Banyak keadaan apapun. Dalam hal ini menyakut suatu

Banyak orang yang masih memilikikesalahan presepsi mengenai gender. Gender bukanlah jenis kelamin (seks).Gender merupakan keyakinan masyarakat bagaimana seorang laki-laki dan perempuanseharusnya berperan sesuai dengan ketentuan sosial.

Kesetaraan gender berartimenyetarakan kedudukan setiap gender laki-laki dan perempuan dimanapun,kapanpun dan dalam keadaan apapun. Dalam hal ini menyakut suatu kelompok gendertetapi berdampak pada salah satu individu.Kesetaraan gender dapat juga diartikanpersamaan kekedudukan bagi laki-laki maupun perempuan untuk memperolehkesempatan dan hak nya sebagai manusia. Permasalahan ini terjadi bukan hanya diIndonesia tetapi di negara lain juga. Dengan ketidakadaannya kesetaraan gender,beberapa orang tidak bisa mendapatkan hak nya dan bekerja sesuai denganketerampilan nya.Menurut saya, kesetaraan gender dapatterjadi bermula dari pemahaman seseorang dari sebuah kebiasaan yang dijadikansebagai hal mutlak tetapi sebenarnya tidak.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Salah satu contoh nya yaitupekerjaan seorang supir angkutan kota atau yang kita sering sebut angkot. Padaumumnya tidak hanya supir angkot melainkan supir angkutan yang lain adalahseorang laki-laki. Seiring berjalan nya waktu, masyarakat jadi berpikiran bahwapekerjaan seorang supir adalah pekerjaan laki-laki, namun anggapan tersebut sebenarnyasalah. Seorang perempuan pun dapat bekerja sebagai supir.

Syarat utamanyahanyalah keahlian seseorang tersebut dalam mengendarai kendaraan. Dalam hal inikesetaraan gender dapat diartikan dengan tidak adanya diskriminasi dalam halakses, berpartisipasi, kontrol atas pembangunan dan memperoleh manfaat yangsetara dan adil dari pembangunan suatu bangsa.Kesetaraan gender gender tidak bisa kitaanggap sepele. Dengan ketiadaan sikap peduli kita terhadap dampak ketidaksetaraangender dapat berpengaruh pada kelangsungan hidup orang lain.

 A.    PermasalahanTanpa kita sadari, banyak hal yangdilakukan masyarakat yang termasuk kedalam perilaku yang menunjukanketidaksetaraan gender. Beberapa perilaku ini dapat terjadi di lingkunganmanapun. Salah satu contoh nya yaitu peminggiran terhadap kaum perempuanterjadi secara multidimensional yang disebabkan oleh banyak hal bisa berupakebijakan pemerintah, tafsiran agama, keyakinan, tradisi dan kebiasaan, ataupengetahuan (Mansour Faqih, Analisis Gender dan Transformasi Sosial, (Yogyakarta:Pustaka Pelajar, 2007)). Salah satu bentuk paling nyata dari marginalisasi iniadalah lemahnya peluang perempuan terhadap sumber-sumber ekonomi.

Prosestersebut mengakibatkan perempuan menjadi kelompok miskin karena peminggiranterjadi secara sistematis dalam masyarakat. (TipsSerbaSerbi, 2016)Dikutip dari www.puskapol.ui.ac.id,Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengeluarkan Peraturan KPU Nomor 7 tahun 2013untuk mengatur proses pencalonan anggota DPR RI. Salah satu isu penting dan(kembali) diperdebatkan adalah perihal pencalonan 30% perempuan sebagai anggotaDPR dan DPRD. Komisi 2 DPR RI meminta agar KPU merevisi ketentuan terkaitpemenuhan jumlah 30% caleg perempuan dalam Daftar Calon di setiap daerahpemilihan DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten/Kota.

Salah satu alasananggota Komisi 2 DPR RI adalah KPU tidak melihat kondisi sosiologis kulturalmasyarakat yang menjadi kendala perempuan dalam berpolitik.Dari masalah diatas, dapat kita ketahuibahwa negara Indonesia masih lemah akan kesetaraan gender. Hal ini sangatdisayangkan untuk negara kita.

Bahkan salah satu pahlawan kita yaitu R.A.Kartini pada masanya berupaya keras untuk memperjuangkan hak-hak wanita, dimanawanita harus disamakan kedudukan nya dengan laki-laki. B.     KesetaraanGender Dilihat dari Sudut Pandang AgamaAl-Quran diturunkan untuk dijadikansebagai pedoman bagi umat manusia.

Dalam Al-Quran sudah dijelaskan apa-apa sajayang berhubungan dengan kehidupan. Hal yang berkaitan dengan kesetaraan genderpun sudah dijelaskan dalam Al-Quran.Pada ayat pertama surat An-Nisadijelaskan bahwa Allah SWT telah menyamaratakan kedudukan laki-laki danperempuan sebagai hamba dan mahkluk Allah SWT. Laki-laki dan perempuan terciptadari jiwa yang satu (nafsun wahidah),yang berarti tidak ada perbedaan antara keduanya.

Yang dimaksudkan dalamAl-Quran bukan berarti antara laki-laki dan perempuan harus sama dalam segalahal. Allah SWT telah menciptakan laki-laki dan perempuan dengan bentuk yangberbeda.Lalu pada Al-Qur’an surat At-Taubah ayat71, Allah berfirman: “Danorang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka   menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.Mereka menyuruh  yang ma’ruf, mencegahdari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka ta’at padaAllah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnyaAllah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

“Menurut ayat diatas dijelakskan kembalibahwa Islam tidak membedakan sedikit pun satu sama lain untuk merekamendapatkan hak maupun dalam menjalankan kewajiban, bahkan kaum perempuandiciptakan menjadi pendamping / partner laki-laki dalam beramar ma’ruf nahi mungkar. Beramarma’ruf nahi mungkar memiliki cakupan pekerjaan atau aktifitas yang sangatluas, bukan hanya berdakwah menyampaikan ajaran agama, melainkan juga menegakankebenaran dengan berbagai cara, baik dengan lisan maupun dengan tangan ataukebijakan. Dengan kata lain Islam memberikan ruang gerak yang sangat luas bagiperempuan untuk ikut serta membangun masyarakat menuju kehidupan yang lebihbaik.Dalam Al-Quran sudah dijelaskan denganbaik mengenai kesetaraan gender. Hanya saja perilaku kita sekarang ini belumsesuai dengan yang seharusnya. Jika kita mengikuti ajaran agama dengan benardan mengamalkan nya maka suatu saat nanti kesetaraan gender akan dapat terwujuddengan baik.

 BABIIIPENUTUP Kesimpulan dan SaranKesetaraan gender dapat diartikan denganpersamaan kekedudukan bagi laki-laki maupun perempuan untuk memperolehkesempatan dan hak nya sebagai manusia. Gender dengan seks memiliki arti yangberbeda. Di negara kita yaitu Indonesia telah terjadi beberapa masalah yangbertolak belakang dengan kesertaraan gender.

Salah satu masalah yang terjadiyaitu lemahnya peluang perempuan terhadap sumber-sumber ekonomi yang berdampakpada perekonomian mereka.Dengan terebentuknya program SDG’s inidiharapkan dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk menghilangkan masalahini. Ada cara yang dapat kita lakukan untuk mengatasi masalah ketidaksetaraangender. Kita dapat melakukan beberapa hal mulai dari lingkungan kita sendiri, contohnyamulai menganggap kedudukan perempuan dan laki-laki itu sama, tidak menitikberatkan pada salah satu pihak. Apabila kita lihat dari mata pencaharian,seorang perempuan diperbolehkan untuk bekerja pada suatu pekerjaan yang padaumumnya laki-laki lakukan. Asalkan perempuan tersebut mampu, maka iadiperbolehkan untuk melakukannya. Mulailah bertindak adil pada sesama antaralaki-laki maupun perempuan. Kita dapat melakukan nya mulai dari yang terkecildahulu.