D. mampu membeli barang, termasuk bahan pangan. Akibatnya,

D.    ASPEK KEMISKINANKemiskinan merupakan masalah multidimensional dan memiliki banyak aspek. Aspek yang paling krusial adalah kesehatan. 18 juta orang meninggal setiap tahun karena penyebab yang terkait dengan kemiskinan. Menurut WHO, kelaparan dan kekurangan gizi adalah ancaman paling mematikan bagi kesehatan masyarakat dan kekurangan gizi di dunia adalah penyumbang kematian anak-anak terbesar, ada dalam setengah dari semua kasus. Meningkatnya biaya hidup membuat orang miskin tidak mampu membeli barang, termasuk bahan pangan. Akibatnya, rumah tangga miskin dan mereka yang dekat ambang kemiskinan dapat sangat rentan terhadap kenaikan harga pangan.Selanjutnya, pendidikan juga menjadi salah satu aspek penting.

Sebagian besar masyarakat miskin kesulitan untuk mengakses pendidikan. Pada tahun 2015, 52 persen penduduk miskin yang berusia di atas 15 tahun hanya dapat menamatkan pendidikan sampai SD/SMP. Bahkan, 31 persen lainnya tidak mampu menempuh jenjang SD. Hanya 16,7 persen penduduk miskin yang dapat mengenyam pendidikan sampai tingkat SMA atau lebih tinggi.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Hal ini berakibat pada kualitas manusia yang semakin menurun dan tidak mampu bersaing dalam dunia kerja.E.    MENGENTASKAN KEMISKINANKemiskinan, seperti sudah dijelaskan di awal, merupakan masalah multidimensional dan multiaspek. Karenanya, segala upaya untuk mengentaskan kemiskinan harus saling bersinergi antara satu penyelesaian dan penyelesaian lainnya. Tidak ada satu solusi tunggal untuk mengentaskan kemiskinan.

Diantaranya adalah penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas. Penciptaan lapangan kerja sangat penting untuk memberantas kemiskinan karena dengan tersedianya pekerjaan, masyarakat miskin diharapkan mampu bekerja dan mengangkat dirinya dari garis kemiskinan. Namun demikian, pekerjaan sendiri bukanlah jaminan untuk keluar dari kemiskinan. Organisasi Perburuhan Internasional (International Labour Organization / ILO) memperkirakan bahwa sebanyak 40% pekerja tidak cukup penghasilan untuk menjaga keluarga mereka di atas garis kemiskinan $ 2 per hari.

Hal ini tampaknya merupakan hasil dari hubungan negatif antara penciptaan lapangan kerja dan peningkatan produktivitas. Peningkatan lapangan kerja tanpa peningkatan produktivitas menyebabkan peningkatan jumlah pekerja miskin, dan karena itu beberapa ahli sekarang mempromosikan penciptaan “kualitas” dan bukan “kuantitas” dalam kebijakan pasar tenaga kerja.