Demam yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi

DemamBerdarah Dengue atau sering disingkat sebagai DBD dewasa ini merupakan salahsatu penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat.

DBD disebabkan karenainfeksi dari virus dengue dan merupakan penyakit yang ditularkan melaluivektor. Vektor penyakit demam berdarah dengue yang paling umum adalah nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Manusia dapat menderita penyakit demam berdarahjika tergigit oleh nyamuk Aedes aegyptiatau Aedes albopictus yang telahterinfeksi oleh virus dengue.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

(Tsai et al.,2013)PenyakitDBD adalah penyakit endemik yang hampir terjadi setiap tahunnya di negara –negara tropis seperti indonesia. DBD kebanyakan terjadi di saat populasi nyamukAedes aegypti tinggi yaitu pada musimhujan yang merupakan kondisi optimal bagi nyamuk untuk berkembang biak. Padamusim hujan ini biasanya banyak orang yang terinfeksi virus dengue dalam waktuyang singkat atau disebut sebagai wabah. (CDC 2014){https://www.cdc.gov/dengue/epidemiology/index.html di akses 16 oktober 2017 puku19.

37} Desa Gergunung merupakan salah satu dari desa yang endemis denganpenyakit DBD di kabupaten Klaten, Jawa Tengah.Pengendalianvektor nyamuk yang populer di masyarakat adalah dengan pengendalian kimiawiyaitu menggunakan insektisida.  Penggunaaninsektisida banyak digunakan di masyarakat karena dinilai lebih efektif danlebih mudah mendapatkannya (Prasetyowati, Astuti dan Ruliansyah, 2016)..Selain itu, hasilnya lebih terlihat apabila dibandingkan dengan pengendalianbiologis seperti memelihara ikan di bak mandi. Saat ini sudah banyak jenisinsektisida yang beredar di masyarakat, contoh: obat nyamuk bakar, elektrik,semprot dan oles / repellant.Ruanglingkup dalam kesehatan lingkungan mengandung beberapa indikator, yaituperumahan, pembuangan kotoran manusia, penyediaan air bersih, pembuangansampah, pembuangan air kotor / limbah, rumah hewan ternak (kandang), dan lain –lain (Winarsih, 2013).Kondisi lingkungan maupun rumah yang tidak baik dapat menjadi faktor resikopenularan penyakit, terutama penyakit yang berbasis lingkungan.

Kebiasaanmembuang sampah yang kurang baik dapat menjadi salah satu faktor resiko penyakitdemam berdarah(Fitria, Wahyuningsih dan Murwani, 2016).Sampah kaleng, botol, ataupun plastik yang menampung air dapat digunakan nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biaksehingga kemungkinan penularan penyakit demam berdarah meningkat.Persebaranpopulasi ternak  di Indonesia pada tahun2014 masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, hal ini dapat dilihat dari datastatistik Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Kementrian Pertanian. Menurut hasil sensus ekonomi yang dilakukan olehBadan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah tahun 2015, populasi sapi dan kerbautecatat sebanyak 1.777,25 ribu ekor dan 64,19 ribu ekor.

Populasi kambingtercatat 4.069,78 ribu ekor, ayam kampung 40,72 juta ekor, ayam petelur 21,87juta ekor, dan ayam pedaging 126,10 juta ekor. Data ini menunjukkan bahwa banyakmasyarakat di wilayah Jawa Tengah memelihara hewan ternak, baik hewan ternakbesar, sedang, maupun kecil. Pemeliharaan ternak di dekat rumah ternyata dapatdimanfaatkan sebagai upaya menurunkan kontak nyamuk dengan manusia. Hal inisering dikenal dengan istilah zooprofilaksis.

 Zooprofilaksis merupakan cara biologis yangbertujuan untuk mencegah dan menghindarkan kejadian kontak antara nyamuk denganmanusia dalam upaya pengendalian nyamuk vektor penyakit.(Elyazar, Hay and Baird, 2011)