Pendidikan membosankan sehingga siswa tidak aktif ketika proses

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana yangbertujuan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran pada pesertadidik agar peserta didik dapat secara aktif mengembangkan potensi yang ada padadirinya, sehingga peserta didik dapat memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilanyang diperlukan dirinya, masyarakat, dan bangsa, (UU No.

20 tahun 2013). Pendidikan menuntut adanyasuatu perbaikan yangterus menerus, dan pendidikan juga tidak hanya ditekankanpada penguasaanmateri, tetapi jugaditekankan pada penguasaan keterampilan. Siswamemiliki kemampuan untuk berbuat sesuatu dengan menggunakanproses dan prinsipkeilmuan yangtelah dikuasai, dan learning to know (pembelajaran untuk tahu)danlearningto do (pembelajaran untuk berbuat) harus dicapaidalamkegiatan belajar mengajar,(Ambarsari, 2012)Manusiatidakbisa lepas dari pendidikan karenapendidikan sangat penting bagi setiap individu. Dalam pendidikan pada umumnyaada interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Adanya proses belajarmengajar dalam pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada padadiri peserta didik. Sekolah merupakan tempat proses belajar mengajar yang paling pokokdan sekolah juga sebagai proses tingkah laku yang ditimbulkannya melaluilatihan atau pengalaman.

Best services for writing your paper according to Trustpilot

Premium Partner
From $18.00 per page
4,8 / 5
4,80
Writers Experience
4,80
Delivery
4,90
Support
4,70
Price
Recommended Service
From $13.90 per page
4,6 / 5
4,70
Writers Experience
4,70
Delivery
4,60
Support
4,60
Price
From $20.00 per page
4,5 / 5
4,80
Writers Experience
4,50
Delivery
4,40
Support
4,10
Price
* All Partners were chosen among 50+ writing services by our Customer Satisfaction Team

Dalam dunia pendidikan masih ditemukannyamasalah atau kendala terutama dalam proses pembelajaran. Permasalahan pada pembelajaran konvensional di dalamkelas salah satunya adalah suasana belajar yang membosankan sehingga siswatidak aktif ketika proses pembelajaran berlangsung. Berhasil atau tidaknyatujuan pendidikan itu tercapai tergantung pada bagaimana proses belajar yangdialami oleh siswa.

Oleh karena itu kegiatan belajar merupakan kegiatan yangpenting dalam proses pendidikan di sekolah. Dalam kegiatan belajar terdapatsuatu proses psikologi yang terjadi didalam diri seseorang yang dapat mengubahperilaku, pemahaman, skill, sikap dan juga kepribadiannya (Aswita, 2015:65).Saat ini banyak siswa yang masih beranggapan bahwa pelajaran biologi kurangmenyenangkan dan tidak sedikit siswa yang kurang paham dalam pelajaran biologi.Dalam kegiatan pembelajaran biologi yang melibatkan keterampilan dan kemampuanberpikir masih sangat rendah dan siswa menjadi pasif, sehingga siswa merasatidak termotivasi dan minat terhadap pelajaran biologi rendah. Masalahpemebelajaran seperti itu dapat diatasi dengan penerapan pembelajaran inovatif.

Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yangmampu menarik perhatian siswamelaluipelibatan aktif siswa yang bersangkutan. Berkaitan dengan hal tersebut, makauntuk menciptakan suatu kegiatan belajar yang menarik bagi siswa perlu dirancangterlebih dulu (Isjoni, 2008:7). Pembelajaran inovatif diharapkan mampumeningkatkan keterampilan peserta didik, siswa lebih aktif dan mengeksplordirinya.

Dengan demikian, pembelajaran yang inovatif dapat dilakukan dengancara mengolah pengalaman seperti mendengar, membaca, menulis, mendiskusikan,merefleksi rangsangan, serta memecahkan masalah. Oleh karena itu, upayapengembangan keterampilan proses dapat dilakukan dengan melakukan prosespembelajaran yang di dalamnya terdapat kegiatan yang berorientasi padapemecahan masalah.Pendidikan sains atau IPAadalah studi mengenai alam sekitar, diarahkan untuk inkuiri dan melakukansehingga diharapkan dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mempelajaridiri sendiri dan alam sekitar. Dalam proses pembelajarannya ditekankan padapengalaman langsung sehingga peserta didik dapat mengembangkan kompetensi agardapat memahami gejala yang terjadi dan mejelajahi alam sekitar secara ilmiah,sehingga peserta didik tidak hanya sekedar memahami materi yang ada dalam bukupelajaran atau hanya menguasai pengetahuan yang berupa fakta, konsep, atauprinsip saja. Biologi merupakan ilmu yang menjelaskan tentang konsepatau teori berdasarkan kejadian alam. Dalampelajaran biologi, permasalahan yang ada dikehidupan sehari-hari dapat dikaitkandengan materi-materi yang melibatkan banyak disiplin ilmu dalam kajiannya. Haltersebut sesuai dengan yang dikatakan oleh Pusat Kurikulum, (2003): Harysti,(2012) bahwa sains merupakan ilmu yang berkaitan dengan cara mencari tahutentang alam secara sistematis, penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupafakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip dan juga merupakan suatu prosespenemuan.

  Biologi adalah salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam(IPA) yang menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep danketerampilan proses sains yang berkaitan dengan kehidupan makhluk hidup. Keterampilanproses sains diantaranya meliputi: (1) keterampilan mengamati dengan seluruhindera, (2) mengajukan hipotesis, (3) menggunakan alat dan bahan secara benardengan selalu mempertimbangkan keselamatan kerja, (3) mengajukan pertanyaan,(4) menggolongkan, (5) menafsirkan data dan mengkomunikasikan hasil temuansecara beragam, (6) menggali dan memilah informasi faktual yang relevan untukmenguji gagasan atau juga untuk memecahkan masalah sehari-hari, (Fitriah, 2012)Perlunya diterapkan keterampilan proses sains pada siswa akan lebih memudahkan siswa dalam memahamikonsep-konsep yang rumitdan abstrak apabila disertai dengan contoh-contoh yang konkrit. Menurut Dimyati dan Moedjiono (2002: 141), ada berbagai keterampilan proses,terdiri dari: 1.      Keterampilan dasar proses sains (basic skill), yang dimulai darimengobservasi, mengklasifikasi, memprediksi, mengukur, menyimpulkan, danmengkomunikasikan.

2.      Keterampilan terpadu proses sains (integrated skill) dimulai dariidentifikasi variabel sampai dengan eksperimen. Keterampilan proses dapatmengembangkan beberapa kemampuan, diantaranya mengamati, mengklasifikasikan,menginterpretasikan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian, danmengkomunikasikan, (Sumantri dan Permana, 2001: 97-100; Hamalik, 2008:150-151; Usman, 2008: 42-43; Nuryani, 2005:80-81). Tidak hanyapenguasaan pengetahuan saja, tetapi kecakapan dan keterampilan juga merupakanhasil belajar. Keterampilan proses dalam pembelajaran seperti melihat,menganalisis, memecahkan masalah, membuat rencana dan mengadakan pembagiankerja dapat meningkatkan aktivitas siswa sehingga adanya produk yang dihasilkandari aktivitas belajar ini mendapatkan penilaian. Oleh karena itu, diperlukanadanya pembelajaran yang mampu mengembangkan aspek-aspek yang terkandung didalam keterampilan proses sains sehingga dapat diterima oleh peserta didik dandiharapkan akan terjadi peningkatan. Salah satu upaya untuk mendapatkan pengalaman belajar yang dapat diperoleh dalambelajar biologi yaitu dengan dilakukannya kegiatan praktikum yang dapatdilakukan baik di laboratorium maupun di lingkungan sekitar untuk mengamatifenomena yang terjadi di alam yang kemudian dapat dijelaskan secara ilmiah.

Menurut Djamarah (2000: 191) metodeyang terbanyak menampilkan segi-segi keterampilan proses adalah metode diskusi,eksperimen dan pemberian tugas. Salah satu teoripembelajaran yang dapat menguasai konsep atau materi adalah dengan pembelajarankonstruktivisme. Pembelajaran konstruktivisme yaitu filosofi belajar yangmenekankan bahwa belajar tidak hanya sekedar menghafal, tetapi mengkonstruksiatau membangun pengetahuan dan keterampilan baru, lewat fakta-fakta yang merekaalami dalam kehidupannya, (Muslich, 2008). Salah satu indikator keberhasilan belajar adalah apabila peserta didiktelah mampu mengungkapkan kembali yang telah dipelajari dengan Bahasa dankalimat sendiri serta mempraktikannya dalam dunia nyata.